Dari kemarin aku coba cari jawaban mengapa rasa malas mulai datang di kepala. Ternyata bukan satu jawaban pasti. Banyak hal yang terjadi dan akhirnya terakumulasi jadi rasa itu.
Aku tidak menyadari jika aku harus mengalami siklus dimana aku berada di satu waktu untuk rehat. Waktu dimana aku harus menghela nafas untuk kemudian bersiap untuk berlari lagi. Karena tidak mungkin kita berlari terus tanpa jeda waktu untuk berhenti.
Selain itu mungkin aku juga baru menyadari bahwa akupun punya keterbatasan fisik dan mental. Dan ini harusnya bisa membuat aku melakukan sesuatu dalam batas kemampuan. Analogikan saja dengan sebuah kendaraan yang terus melaju dengan kecepatan tinggi. Pada akhirnya bisa jadi kendaraan ini melaju dengan kecepatan yang melebihi kecepatan yang seharusnya dia mampu. Kecepatan itu bukan tercapai karena memang kemampuannya tetapi karena faktor luar, jalanan yang sedikit menurun misalnya.
Pelajaran berharga buatku. Terlebih lagi aku menghindari hal-hal diatas akan mendapatkan katalis dari kondisi disekitarku. Kondisi yang benar-benar berbeda dengan apa yang aku harapkan. Tetapi aku befikir bahwa kondisi sekitar kita janganlah menjadikan kita terpuruk. Seharusnya malah sebaliknya, kita yang harus berusaha merubah lingkungan kita agar bisa nyaman. Kita harus bisa lebih sedikit kreatif agar kodisi sekitar kita bisa nyaman. Atau….kita cari lingkungan yang baru…